Rabu, 16 April 2014
Kancil atau disebut juga dengan nama lain Pelanduk, ialah nama umum bagi sekumpulan binatang-binatang mamalia yang memiliki kuku genap yang masuk kedalam anggota marga Tragulus. Kancil atau hewan yang sangat populer di dunia fiksi tersebut adalah kelompok keluarga dari Tragulidae, kancil merupakan binatang yang sekerabat dengan rusa ataupun dengan kijang. Salah satu Fauna Endemik Indonesia ini tersebar di seluruh P. Jawa,ya itu untuk spesies Tragulus javanicus.
 
Tragulus

Nama ilmiah marga ini adalah Tragulus,yaitu berasal dari gabungan dua kata tragos, dari bahasa Yunani yang artinya adalah ‘kambing’, dan akhiran –ulus dari bahasa Latin yang artinya adalah ‘kecil’. Ini sesuai dengan keadaan tubuh kancil yang kirip dengan kambing tetapi berukuran kecil, Kancil yang sudah berusia dewasa ukuran tubuhnya lebih kurang sama dengan kelinci dewasa. Habitat dari kancil ini ialah di hutan hujan tropis di benua Asia Tenggara, yaitu termasuk Indonesia, dan kancil ini termasuk salah satu ungulata yang paling kecil yang ada di dunia. Kancil atau pelanduk dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan mouse-deer atau di sebut juga dengan chevrotain (sebetulnya dipinjam dari bahasa Perancis).


Tragulus

kancil adalah binatang yang mirip dengan rusa, hanya saja ukuran kancil jauh lebih kecil dan tidak memiliki tanduk. Tungkai yang di miliki kancil berbentuk ramping dan bentuk punggung kancil sangat melengkung. kancil jantan memiliki gigi taring yang panjang di rahang atas hingga menonjol keluar bibirnya.

Panjang kepala sampai badan kancil yaitu antara 195–600 milimeter, dan panjang kaki belakang kancil adalah sekitar 110–150 milimeter. Warna dari kancil adalah kecokelatan, dengan garis-garis cokelat dan putih agak kehitam-hitaman yang membujur di dada dan tenggorokanya,serta dengan garis hitam di bagian tengkuknya.

Spesies dari kancil menyebar terbatas di Benua Asia Tenggara, mulai dari Vietnam, Laos, Cina selatan (Yunan bagian selatan), Semenanjung Malaya, Kamboja, Thailand, Palawan di Filipina hingga Sumatera, Jawa, Kalimantan.Pada umumnya hewan-hewan kancil atau pelanduk ini aktif di waktu malam (nokturnal), memakan dedaunan, rerumputan, buah, dan bagian-bagian tumbuhan lainnya di dapat di dasar hutan yang lebat dengan tumbuh-tumbuhan. Kancil hidup menyendiri (soliter) atau berpasangan.

Sebelumnya, walaupun variasinya cukup beragam, masyarakat ilmiah mengelompokan kancil hanya ke dalam dua spesies, yaitu napuh (Tragulus napu) yang bertubuh agak besar, dan kancil (T. javanicus) yang memiliki ukuran badan lebih kecil. Namun pendapat terbaru pada tahun 2004 menyebutkan lain. Dua spesies "baru" dipisahkan dari T. napu, yakni T. nigricans dan T. versicolor, dan dua yang lain juga dipisahkan dari T. javanicus, yaitu T. kanchil dan T. williamsoni. Spesies-spesies yang terakhir ini telah pernah dideskripsi di waktu dahulu, namun selama ini hanya dianggap sinonim dari dua spesies sebelumnya.

Enam spesies berikut:

Pelanduk napu (Tragulus napu), menyebar luas
Pelanduk filipina (Tragulus nigricans), terbatas di Balabac, Palawan
Pelanduk jawa (Tragulus javanicus), endemik (terbatas) di P. Jawa
Pelanduk kancil (Tragulus kanchil), menyebar luas
Pelanduk wiliamson (Tragulus williamsoni), terbatas di Thailand utara dan mungkin juga di Yunan selatan.
Pelanduk vietnam (Tragulus versicolor), terbatas di Vietnam bagian tenggara

Data Klasifikasi Ilmiah Kancil

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Tragulidae
Genus: Tragulus

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Entri Populer

Facebook Kami